Translate

Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pelajaran. Tampilkan semua postingan

Sabtu, 27 Desember 2025

Mitigasi Masalah PPG Siklus 1

 

Mitigasi Masalah

 

1.     Waktu yang terlalu banyak / over time

Pada PPL siklus 1 saya mengalami kelebihan waktu sampai 30 menit dikarenakan waktu pembuatan projek yang lama. Untuk itu pada PPL siklus 2 ini saya mencari alternatif yaitu membuat projek yang tidak membutuhkan waktu lama dan sesuai dengan materi, yaitu membuat alat peraga kipas sudut. Pembuatan alat peraga ini sudah saya praktekan sendiri dan hanya membutuhkan waktu 13 menit. Estimasi waktu pengerjaan terlama anak-anak kurang lebih 2x waktu saya membuat. Jadi saya memberi waktu 25 menit anak-anak untuk membuat projek, dan setelah waktu habis dikumpulkan tanpa penambahan waktu. Jika semua dikerjakan sesuai jadwal InshaAllah tidak akan terjadi kelebihan waktu.

2.     Pengambilan Video

Pada siklus 1 saya sangat terkendala dalam pengambilan gambar untuk video editing dikarenakan partner saya yang tiba-tiba dipanggil untuk Monev. Untuk itu pada pengambilan video kali ini saya meminta bantuan kepada 2 orang teman saya yang dari luar untuk membantu pengambilan video proses mengajar, sehingga saya memiliki video fokus setiap anak dan setiap kelompok untuk mempermudah proses editing.

3.     Urutan pembelajaran yang benar agar tidak tertukar

Pada siklus 1 saya tidak mengalami urutan yang tertukar, karena semua sudah tampil di slide media pembelajaran dan tinggal mengikuti urutannya. Jika tiba-tiba terkendala slide tidak bisa tayang, maka saya harus mengingat urutannya agar tidak tertukar. Dan memprint media pembelajaran agar bisa dilihat jika tayangan slide mati akibat mati lampu.

4.     Menghindari keributan yang tidak terkendali / suasana kelas yang ramai

Suasana kelas sudah diatur dan setiap peserta didik sudah duduk berdasarkan kelompoknya. Setiap kelompok terdiri dari anak-anak kinestetik, auditory dan visual. Setiap anak memiliki peran penting didalam kelompok sehingga mereka fokus dengan tugasnya. Guru juga berkeliling untuk mengawasi kerja kelompok agar anak-anak lebih semangat dalam mengerjakan tugas.

5.     Menghindari alat peraga yang kurang sesuai

Untuk menghindari alat peraga yang kurang sesuai saya membuat sendiri alat peraga tersebut yaitu jam sudut dan kipas sudut. Sebelum digunakan alat itu sudah saya uji coba dahulu dirumah agar tidak ada kesalahan. Dan sebelum pembelajaran dimulai di kembali. Selain itu saya juga menyediakan penggaris rotan untuk belajar membuat sudut.

6.     Pengisian LKPD yang tepat waktu

Lembar LKPD projek dan pengetahuan saya jadikan 1. Pertama peserta didik membuat alat peraga sendiri. Setelah alat peraga berhasil dibuat, langsung dipraktekan menjawab soal yang ada di LKPD tersebut.

7.     Bahan tayang siap dan tidak tertukar

Agar bahan tayang tidak tertukar maka sebelum pembelajaran harus disiapkan dalam 1 folder, dan dibuka sebelum pembelajaran dimulai.

8.     Kesiapan Kelas

Untuk kelas inshaAllah sudah siap semua

STUDY KASUS PPG 2023

 

STUDI KASUS

PESERTA DIDIK KURANG SEMANGAT DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN IPAS

DI FASE C LEVEL 5 SDS MUHAMMADIYAH BOJONGGEDE

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENYUSUN : SHINTA ARYANI SAPUTRI

 

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALJAB KATEGORI I ANGKATAN 2

UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR

2023


 

A.    DESKRIPSI STUDI KASUS

Berdasarkan kasus pada topik Listrik dan kegunaannya yaitu peserta didik kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran IPAS dikarenakan model pembelajaran yang digunakan kurang variatif seperti pembelajaran yang hanya berpusat pada guru sebagai sumber belajar sehingga peserta didik tidak aktif dalam memecahkan masalah dan kurangnya pemanfaatan sumber belajar yang membuat peserta didik menjadi susah menerapkan pembelajaran nyata disekolah. Untuk itu saya menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk mendorong peserta didik menjadi lebih aktif, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan permasalahan.

Topik studi kasus ini penting dikaji lanjut karena berdampak pada kemampuan saya melakukan evaluasi dan merencanakan tindak lanjut pembelajaran. Selain itu topik ini akan membantu saya meningkatkan kemampuan pedagogik dan kecakapan Abad 21 serta TPACK Sehingga dapat memberi dampak positif dan inovasi bagi pembelajaran kedepannya yang sudah serba digital.

 

B.    ANALISIS SITUASI

Berdasarkan kasus yang saya kaji, kemudian saya berdiskusi dengan rekan sejawat tentang materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Saya berharap mendapatkan cara untuk mengatasi kasus yang saya angkat yaitu peserta didik kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran IPAS dikarenakan model pembelajaran yang digunakan kurang variatif. Situasi yang terjadi pada saat perancangan pembelajaran adalah belum adanya pengetahuan tentang karakteristik peserta didik. Untuk itu saya melakukan pengamatan terlebih dahulu untuk mengetahui kebiasaan, hal yang peserta didik sukai dan bagaimana respon peserta didik terhadap pembelajaran guru sebelumnya. Setelah mendapat hasil pengamatan saya memilih model pembelajaran berbasis projek / Project Based Learning didukung dengan media pembelajaran inovatif untuk mengajarkan materi IPAS topik listrik dan kegunaannya. Harapan saya peserta didik dapat mengetahui masalah sehari-hari terkait listrik dan kegunaanya.

Peran dan tanggungjawab saya dalam merancang melakukan evaluasi adalah sebagai guru yang bertanggungjawab melakukan pembelajaran secara efektif dengan menggunakan model, metode dan media yang inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat terpenuhi dan peserta didik memiliki hasil pembelajaran yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan.

Yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran diantaranya penggunaan model dan metode pembelajaran yang inovatif dan tepat bagi peserta didik yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari, masih adanya peserta didik yang kurang aktif dalam kelompoknya, masih ada peserta didik yang percaya diri ketika mempresentasikan hasil proyeknya. Hambatan yang saya hadapi adalah mengkondisikan peserta didik agar mudah mengikuti pembelajaran.

Yang terlibat dalam terlaksananya rancangan evaluasi ini adalah Kepala sekolah SDS Muhammadiyah dan rekan-rekan sejawat serta wali murid dan anak-anak murid kelas 5B yang sangat mendukung proses pembelajran ini.

 

C.    ALTERNATIF SOLUSI

Untuk mengatasi kasus di pembelajaran, saya melaksanakan pembelajaran IPAS dengan memakai model Project Based Learning (PJBL) dengan menggunakan media inovatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu penggunaan model PJBL dimana pembelajaran berpusat kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, dapat berpikir kritis dan menjadi kreatif dibandingkan menggunakan model dan metode yang monoton, dengan mengajak peserta didik mengamati rangkaian listrik seri dan parallel kemudian mempraktekan cara  membuat rangkaian tersebut bersama kelompok. Respon peserta didik sangat antusias dan semangat dalam pembelajaran selama menggunakan model PJBL karena langsung mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan oleh penguasaan guru terhadap model dan metode pembelajaran, media pembelajaran dan langkah langkah pelaksanaan dalam rancangan perangkat ajar yang telah dibuat. Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan mendapat hasil yang sesuai KKTP.

Sumber daya yang saya manfaatkan untuk membuat projek rangkaian listrik ini membutuhkan biaya yang tidak terlalu banyak karena hanya menggunakan baterai, saklar, kabel, lampu dan sterofoam. Dan media inovatif yang saya gunakan yaitu membuat contoh rangkaian seri sendiri, mencari gambar dari google dan video pembelajaran yang ada di youtube.

 

D.    EVALUASI

Setelah saya melaksanakan Projek Based Learning yang dibantu media inovatif, dapat saya lihat peserta didik sangat senang, aktif dan antusias dalam belajar. Peserta didik antusias dengan penerapan pembelajaran berbasis projek pada kehidupan sehari-hari yang saya sampaikan dengan berbagai media. Semuanya tidak hanya menyimak tetapi ikut andil dalam membuat rangkaian seri dan paralel dan aktif berdiskusi dan tanyan jawab dengan teman kelompok. Selain aktif membuat projek peserta didik juga semangat mempresentasikan hasil karyanya didepan teman sekelas dan ini menjadi pengalaman berharga buat semua peserta didik karena mereka dapat membuat rangkaian listrik secara langsung bersama teman kelompok.

 

 

Jumat, 14 Maret 2014

GLOBALISASI


Globalisasi adalah proses penyebaran unsur-unsur baru khususnya yang menyangkut informasi secara mendunia melalui media cetak dan elektronik.
Khususnya, globalisasi terbentuk oleh adanya kemajuan di bidang komunikasi
dunia.
Ada pula yang mendefinisikan globalisasi sebagai hilangnya batas
ruang dan waktu akibat kemajuan teknologi informasi. Globalisasi terjadi karena faktor-faktor nilai budaya luar, seperti:
a. selalu meningkatkan
pengetahuan; f. etos kerja;
b. patuh hukum; g. kemampuan memprediksi;
c. kemandirian; h. efisiensi dan produktivitas;
d. keterbukaan; i. keberanian bersaing; dan
e. rasionalisasi; j. manajemen resiko.

Globalisasi terjadi melalui berbagai saluran, di antaranya:

a. lembaga
pendidikan dan ilmu pengetahuan;
b. lembaga keagamaan;
c. indutri internasional dan lembaga perdagangan;
d. wisata mancanegara;
e. saluran komunikasi dan telekomunikasi internasional;
f. lembaga internasional yang mengatur peraturan internasional; dan
g. lembaga kenegaraan seperti hubungan diplomatik dan konsuler.

Globalisasi berpengaruh pada hampir semua aspek
kehidupan masyarakat. Ada masyarakat yang dapat menerima adanya globalisasi, seperti generasi muda, penduduk dengan status sosial yang tinggi, dan masyarakat kota. Namun, ada pula masyarakat yang sulit menerima atau bahkan menolak globalisasi seperti masyarakat di daerah terpencil, generasi tua yang kehidupannya stagnan, dan masyarakat yang belum siap baik fisik maupun mental.

Unsur globalisasi yang sukar diterima masyarakat adalah sebagai berikut.

a. Teknologi yang rumit dan mahal.
b. Unsur budaya luar yang bersifat ideologi dan religi.
c. Unsur budaya yang sukar disesuaikan dengan kondisi masyarakat.
Unsur globalisasi yang mudah diterima masyarakat adalah sebagai berikut.
a. Unsur yang mudah disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat.
b. Teknologi tepat guna, teknologi yang langsung dapat diterima oleh masyarakat.
c.
Pendidikan formal di sekolah.Modernisasi
dan globalisasi membawa dampak positif ataupun negatif terhadap perubahan Sosial dan budaya suatu masyarakat.

2. DAMPAK POSITIF
 
- Keterbukaan Informasi
Globalisasi membuat akses terhadap informasi semakin terbuka lebar, masyarakat bisa mendapatkan berbagai informasi dari banyak media, seperti televisi, internet, sosial media, dan lain-lain. Ini membuat masyarakat semakin terbuka, cerdas dan berpikir kritis. Ini merupakan salah satu dampak positif yang ditimbulkan dari globalisasi terhadap bangsa Indonesia.
- Komunikasi Semakin Mudah dan Cepat
Dulu mungkin orang tua kita membutuhkan waktu lama (berhari-hari) untuk berkomunikasi dengan temannya yang berada dinegara lain melalui media komunikasi konvensional surat menyurat. Tetapi saat ini era tersebut sudah usang, masyarakat lebih menyukai menggunakan media komunikasi yang murah dan cepat yaitu dengan telepon, internet dan sosial media
- Berkembangnya Ilmu Pengetahuan dan Teknologi
Dampak positif dari globalisasi lainnya adalah semakin berkembangnya ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia. Globalisasi memungkinkan orang-orang yang pintar Indonesia menuntut ilmu diluar negeri seperti di Amerika Serikat dan Eropa. Dan jika sudah selesai diharapkan mereka-mereka itu bisa menerapkan dan mengaplikasikan ilmunya di Indonesia.
- Perekonomian Indonesia Semakin Menggeliat
Globalisasi membuat laju perekonomian dinegeri ini semakin menggeliat. Hal tersebut bisa terlihat dari neraca perdagangan kita yang terbilang baik karena nilai ekspor dan impornya relatif seimbang. Selain itu, Indonesia juga selalu dilirik oleh dunia internasional sebagai tempat terbaik untuk berinvestasi terutama untuk sektor pertambangan, pertanian dan industri tekstil.
- Meningkatnya Taraf Hidup Masyarakat
Dunia yang tanpa batas saat ini memungkinkan seseorang untuk berusaha meningkatkan taraf hidupnya dan juga keluarganya. Tidak sedikit warga negara kita yang bekerja diluar negeri untuk membiayai kebutuhan keluarganya didalam negeri. Meskipun demikian, sudah seharusnya era globalisasi ini diimbangi dengan manusia yang berpendidikan dan berkarakter.

Dampak Negatif Globalisasi
- Informasi Tak Terkendali
Globalisasi tidak hanya memberikan berjuta manfaat untuk kita semua, melainkan juga terdapat dampak negatifnya, salah satunya adalah arus informasi yang tak terkendali. Tidak semua informasi itu baik untuk kita, ada juga informasi yang tidak baik dan tidak sesuai dengan kepribadiaan kita. Oleh karena itu, era globalisasi ini harus diimbangi dengan Spiritual Quotient.
- Westernisasi (kebarat-baratan)
Dampak negatif globalisasi yang juga dirasakan oleh bangsa Indonesia saat ini adalah menjamurnya budaya barat. Jika hal itu baik maka boleh kita tiru, jika sebaliknya maka buanglah jauh-jauh. Kenyataannya saat ini banyak sekali budaya barat yang hype di Indonesia tetapi sebaliknya jarang sekali orang-orang yang mau melestarikan budaya asli Indonesia itu sendiri.
- Sikap Individualiasme
Saat ini, kita memerlukan bantuan alat atau perangkat untuk mempermudah aktifitas kita dan kita merasa tak perlu lagi bantuan manusia. Hal ini yang menyebabkan manusia semakin individualistik, padahal hakikat manusia sebenarnya adalah mahluk sosial. Kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan menyebabkan orang-orang cenderung individualistis.
- Kesenjangan sosial semakin besar
Sudah menjadi rahasia bersama jika gap antara orang miskin dan orang kaya dinegeri ini sangat besar sekali. Satu sisi globalisasi membuka peluang untuk orang-orang yang berpendidikan, sedangkan disatu sisi lagi globalisasi membuat orang-orang kecil semakin sulit bertahan hidup. Ini yang menyebabkan kesenjangan sosial di Indonesia semakin lebar setiap tahunnya.
- Pola Hidup Konsumtif
Dampak negatif dari globalisasi lainnya adalah meningkatnya konsumerisme dikalangan masyarakat Indonesia. Sifat Konsumtif dibentuk oleh kita yang cenderung berbelanja produk-produk yang kita inginkan bukan yang kita perlukan. Kemudahan akses dalam berbelanja dan menbanjirnya produk-produk branded menyebabkan pola hidup konsumtif semakin merajalela.
Nah itulah pembahasan mengenai dampak positif dan negatif globalisasi yang masuk ke tanah air. Sebagai warga negara yang baik dan mencintai negeri ini sudah seharusnya untuk kita mengoptimalkan manfaat dari globalisasi dan meminimalisir atau membuang jauh-jauh dampak negatifnya. Tentunya kita semua berharap dengan globalisasi ini kita menjadi bangsa yang besar dimana masyarakatnya menjadi makmur dan sejahtera.

KEWIRAUSAHAAN X



I.   Berilah tanda silang pada jawaban yang benar!
1.     Perbedaan paling mendasar antar belajar disekolah dan berwirausaha adalah. . .
a.    Belajar di sekolah penuh dengan teori dan kepastian, sedangkan berwirausaha penuh hal-hal tidak pasti dan berisiko
b.    Belajar disekolah penuh ketidakpastian, sedangkan berwirausaha mengandung banyak sekali risiko
c.     Baik berwirausaha maupun belajar disekolah sama-sama mengandung resiko, hanya skalanya saja yang membedakan
d.    Belajar disekolah hanya dilakukan di dalam ruangan, sedangkan berwirausaha dilakukan diluar ruangan
e.     Belajar disekolah berisiko sedangkan berwirausaha tidak berisiko
2.    Salah satu jenis keputusan adalah tidak mengambil keputusan, yaitu dengan cara….
a.    Tertidur                                                      d. diam
b.    Makan                                                        e. menghindar
c.     Menyanyi
3.    Berikut adalah jenis-jenis keputusan….
a.    Problem solving decision                           d. ethnic decision
b.    Proaktif decision                                        e. soft decision
c.     Survival decision
4.    Masuknya pesaing baru terhadap produk anda termasuk jenis resiko….
a.    Likuiditas                                                    d.  operasional
b.    Keuangan                                                   e. permodalan
c.     Pasar
5.    Kunci sukses wirausaha dalam memecahkan masalah, diantaranya adalah….
a.    Bersikap cepat                                            d. bersikap mandiri
b.    Berpikir luas                                                           e. bersikap jujur
c.     Bersikap tenang
6.    Ketakutan untuk berwirausaha disebabkan oleh beberapa factor, diantaranya….
a.    Gagalnya sebuah komitmen
b.    Tidak mau mencoba
c.     Kepercayaan diri seseorang yang mulai lemah
d.    Menghindari resiko
e.     Timbulnya rasa frustasi
7.    Bila seseorang berpikir dia tidak akan pernah berhasil, maka….
a.    Dia tidak akan berhasil
b.    Dia akan sukses
c.     Dia akan menang
d.    Dia akan kalah
e.     Dia akan baik-baik saja
8.    Sukses tidak ada yang instan, oleh karena itu anda harus….
a.    Teguh                                             d. tekun
b.    Ulet                                                 e. semua benar
c.     berusaha
9.    Salah satu cara menciptakan semangat pantang menyerah dan ulet adalah….
a.    Prinsip kemenangan                                   d. kekayaan harus ditingkatkan
b.    Rencanakan risiko kegagalan                    e. prinsip kegagalan
c.     Keinginan lemah untuk berhasil
10.  Sebuah keputusan untuk menyelesaikan masalah dengan cara-cara yang inovatif disebut….
a.    Problem solving decision                           d. creative decision
b.    Intuitive decision                                        e. conflict decision
c.     Silent decision
11.   Keputusan yang diambil untuk menyelesaikan konflik sehingga tidak berujung pada pertikaian disebut…
a.    Problem solving decision                           d. creative decision
b.    Intuitive decision                                        e. conflict decision
c.     Silent decision
12.  Berikut adalah tahap-tahap dalam pengambilan keputusan….
a.    Mengetahui cara                                        d. mencari uang
b.    Mencari rekan                                            e. menganalisa risiko yang ada
c.     Mencari alasan
13.  Perbedaan antara jenis keputusan problem solving decision dan creative decision terletak pada aspek….
a.    Factor penyebabnya
b.    Risiko yang mungkin timbul
c.     Factor inovasi dari keputusan
d.    Factor akibat
e.     Factor sumber konflik
14.  Memutuskan untuk diam adalah salah satu jenis keputusan. Keputusan ini biasanya diambil apabila….
a.    Memiliki risiko yang besar
b.    Terjadi konflik antar kelompok
c.     Tidak mau mengikutu arus
d.    Bersifat antipatif dan proaktif
e.     Ada alas an personal
15.  Salah satu latar belakang pengambilan keputusan untuk mengatasi konflik adalah agar….
a.    Memunculkan motivasi yang lebih tinggi
b.    Mendapatkan teman baru sehingga lebih popular
c.     Mendapatkan imbalan
d.    Usahanya tidak terganggu dan cepat maju
e.     Bisnisnya mendapatkan keuntungan yang lebih besar

II. Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
1.     Sebutkan contoh keputusan diam!
2.    Jelaskan mengapa seorang wirausaha harus mencintai pekerjaannya.
3.    Jelaskan cara mengatasi dan memperkecil resiko.
4.    Sebutkan dan jelaskan tentang jenis-jenis keputusan.
5.    Jelaskan apa saja jenis media komunikasi yang anda ketahui.
6.     Jelaskan kapan waktu yang tepat untuk mengambil keputusan diam.
7.     Jelaskan manfaat menganalisis masalah.
8.    Apa yang dimaksud monopoli pasar.
9.    Sebutkan perbedaan market leader dan market challenger
10.  Apa saja yang menyebabkan munculnya resiko usaha

III.       Jawablah pertanyaan berikut dengan benar!
Sunny membuka sebuah salon dengan modal awal sebersar Rp 450.000.000,00. Modal tersebut terdiri dari peralatan sebesar Rp 220.000.000,00 perlengkapan Rp 50.000.000,00 dan sisanya berupa uang tunai. Pada tanggal 8 agustus Sunny membayar biaya sewa tempat usaha selama 1 tahun sebesar Rp 27.000.000,00. Tanggal 11 Sunny menerima pendapatan sebesar Rp 2.500.000,00. Tanggal 12 dibayar gaji karyawan sebesar Rp 1.500.000,00. Tanggal 13 dibayar biaya listik, air dan telp sebesar Rp 2.222.000,00. Tanggal 14 dibeli peralatan creambat seharga Rp 11.000.000,00. Tanggal 15 diterima pendapatan jasa sebesar Rp 13.520.000,00. Tanggal 16 Sunny mengambil uang sebesar Rp 10.000.000,00 untuk keperluan pribadi. Tanggal 17 Dibeli peralatan salon seharga Rp 23.000.000,00 secara kredit. Tanggal 17 diterima pendapatan jasa sebesar Rp 6.000.000,00. Tanggal 18 Dijual peralatan seharga Rp 12.000.000,00 secara kredit. Tanggal 20 diterima pendapatan jasa sebesar RP 11.000.000,00. Tanggal 22 diterima uang atas transaksi tanggal 18. Tanggal 25 pak Sunny meminjam uang ke bank sebesar Rp 100.000.000,00. Tanggal 27 diterima pendapatan sebesar Rp 20.000.000,00.
Diminta:
a.    Buatlah persamaan dasar Akuntansinya!