Translate

Sabtu, 27 Desember 2025

STUDY KASUS PPG 2023

 

STUDI KASUS

PESERTA DIDIK KURANG SEMANGAT DALAM MENGIKUTI PEMBELAJARAN IPAS

DI FASE C LEVEL 5 SDS MUHAMMADIYAH BOJONGGEDE

 

 

 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

PENYUSUN : SHINTA ARYANI SAPUTRI

 

 

 

 

 

 

 

PENDIDIKAN PROFESI GURU DALJAB KATEGORI I ANGKATAN 2

UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR

2023


 

A.    DESKRIPSI STUDI KASUS

Berdasarkan kasus pada topik Listrik dan kegunaannya yaitu peserta didik kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran IPAS dikarenakan model pembelajaran yang digunakan kurang variatif seperti pembelajaran yang hanya berpusat pada guru sebagai sumber belajar sehingga peserta didik tidak aktif dalam memecahkan masalah dan kurangnya pemanfaatan sumber belajar yang membuat peserta didik menjadi susah menerapkan pembelajaran nyata disekolah. Untuk itu saya menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk mendorong peserta didik menjadi lebih aktif, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan permasalahan.

Topik studi kasus ini penting dikaji lanjut karena berdampak pada kemampuan saya melakukan evaluasi dan merencanakan tindak lanjut pembelajaran. Selain itu topik ini akan membantu saya meningkatkan kemampuan pedagogik dan kecakapan Abad 21 serta TPACK Sehingga dapat memberi dampak positif dan inovasi bagi pembelajaran kedepannya yang sudah serba digital.

 

B.    ANALISIS SITUASI

Berdasarkan kasus yang saya kaji, kemudian saya berdiskusi dengan rekan sejawat tentang materi yang sudah disampaikan sebelumnya. Saya berharap mendapatkan cara untuk mengatasi kasus yang saya angkat yaitu peserta didik kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran IPAS dikarenakan model pembelajaran yang digunakan kurang variatif. Situasi yang terjadi pada saat perancangan pembelajaran adalah belum adanya pengetahuan tentang karakteristik peserta didik. Untuk itu saya melakukan pengamatan terlebih dahulu untuk mengetahui kebiasaan, hal yang peserta didik sukai dan bagaimana respon peserta didik terhadap pembelajaran guru sebelumnya. Setelah mendapat hasil pengamatan saya memilih model pembelajaran berbasis projek / Project Based Learning didukung dengan media pembelajaran inovatif untuk mengajarkan materi IPAS topik listrik dan kegunaannya. Harapan saya peserta didik dapat mengetahui masalah sehari-hari terkait listrik dan kegunaanya.

Peran dan tanggungjawab saya dalam merancang melakukan evaluasi adalah sebagai guru yang bertanggungjawab melakukan pembelajaran secara efektif dengan menggunakan model, metode dan media yang inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat terpenuhi dan peserta didik memiliki hasil pembelajaran yang memuaskan sesuai dengan yang diharapkan.

Yang menjadi tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran diantaranya penggunaan model dan metode pembelajaran yang inovatif dan tepat bagi peserta didik yang sesuai dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari, masih adanya peserta didik yang kurang aktif dalam kelompoknya, masih ada peserta didik yang percaya diri ketika mempresentasikan hasil proyeknya. Hambatan yang saya hadapi adalah mengkondisikan peserta didik agar mudah mengikuti pembelajaran.

Yang terlibat dalam terlaksananya rancangan evaluasi ini adalah Kepala sekolah SDS Muhammadiyah dan rekan-rekan sejawat serta wali murid dan anak-anak murid kelas 5B yang sangat mendukung proses pembelajran ini.

 

C.    ALTERNATIF SOLUSI

Untuk mengatasi kasus di pembelajaran, saya melaksanakan pembelajaran IPAS dengan memakai model Project Based Learning (PJBL) dengan menggunakan media inovatif yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Langkah-langkah yang dilakukan yaitu penggunaan model PJBL dimana pembelajaran berpusat kepada peserta didik sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, dapat berpikir kritis dan menjadi kreatif dibandingkan menggunakan model dan metode yang monoton, dengan mengajak peserta didik mengamati rangkaian listrik seri dan parallel kemudian mempraktekan cara  membuat rangkaian tersebut bersama kelompok. Respon peserta didik sangat antusias dan semangat dalam pembelajaran selama menggunakan model PJBL karena langsung mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.

Faktor keberhasilan pembelajaran ini ditentukan oleh penguasaan guru terhadap model dan metode pembelajaran, media pembelajaran dan langkah langkah pelaksanaan dalam rancangan perangkat ajar yang telah dibuat. Pembelajaran yang bisa diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan mendapat hasil yang sesuai KKTP.

Sumber daya yang saya manfaatkan untuk membuat projek rangkaian listrik ini membutuhkan biaya yang tidak terlalu banyak karena hanya menggunakan baterai, saklar, kabel, lampu dan sterofoam. Dan media inovatif yang saya gunakan yaitu membuat contoh rangkaian seri sendiri, mencari gambar dari google dan video pembelajaran yang ada di youtube.

 

D.    EVALUASI

Setelah saya melaksanakan Projek Based Learning yang dibantu media inovatif, dapat saya lihat peserta didik sangat senang, aktif dan antusias dalam belajar. Peserta didik antusias dengan penerapan pembelajaran berbasis projek pada kehidupan sehari-hari yang saya sampaikan dengan berbagai media. Semuanya tidak hanya menyimak tetapi ikut andil dalam membuat rangkaian seri dan paralel dan aktif berdiskusi dan tanyan jawab dengan teman kelompok. Selain aktif membuat projek peserta didik juga semangat mempresentasikan hasil karyanya didepan teman sekelas dan ini menjadi pengalaman berharga buat semua peserta didik karena mereka dapat membuat rangkaian listrik secara langsung bersama teman kelompok.

 

 

Tidak ada komentar: