STUDI
KASUS
PESERTA DIDIK KURANG SEMANGAT DALAM
MENGIKUTI PEMBELAJARAN IPAS
DI FASE C LEVEL 5 SDS MUHAMMADIYAH BOJONGGEDE
PENYUSUN : SHINTA ARYANI SAPUTRI
PENDIDIKAN PROFESI GURU DALJAB KATEGORI I ANGKATAN 2
UNIVERSITAS PAKUAN BOGOR
2023
A. DESKRIPSI
STUDI KASUS
Berdasarkan kasus pada topik Listrik dan kegunaannya yaitu peserta didik kurang semangat dalam
mengikuti pembelajaran IPAS dikarenakan model pembelajaran yang digunakan
kurang variatif seperti pembelajaran yang hanya berpusat pada guru sebagai
sumber belajar sehingga peserta didik tidak aktif dalam memecahkan masalah dan
kurangnya pemanfaatan sumber belajar yang membuat peserta didik menjadi susah
menerapkan pembelajaran nyata disekolah. Untuk itu saya menggunakan model Project Based Learning (PjBL) untuk mendorong peserta didik menjadi
lebih aktif, mandiri, dan kreatif dalam memecahkan permasalahan.
Topik studi kasus ini penting dikaji
lanjut karena berdampak pada kemampuan saya melakukan evaluasi dan merencanakan
tindak lanjut pembelajaran. Selain itu topik ini akan membantu saya
meningkatkan kemampuan pedagogik dan kecakapan Abad 21 serta TPACK Sehingga
dapat memberi dampak positif dan inovasi bagi pembelajaran kedepannya yang
sudah serba digital.
B. ANALISIS
SITUASI
Berdasarkan kasus yang saya kaji, kemudian saya
berdiskusi dengan rekan sejawat tentang materi yang sudah disampaikan
sebelumnya. Saya berharap mendapatkan cara untuk mengatasi kasus yang saya
angkat yaitu peserta
didik kurang semangat dalam mengikuti pembelajaran IPAS dikarenakan model
pembelajaran yang digunakan kurang variatif. Situasi yang terjadi pada saat perancangan pembelajaran
adalah belum adanya pengetahuan tentang karakteristik peserta didik. Untuk itu
saya melakukan pengamatan terlebih dahulu untuk mengetahui kebiasaan, hal yang
peserta didik sukai dan bagaimana respon peserta didik terhadap pembelajaran
guru sebelumnya. Setelah mendapat hasil pengamatan saya memilih model
pembelajaran berbasis projek / Project
Based Learning didukung dengan media pembelajaran inovatif untuk
mengajarkan materi IPAS topik listrik dan kegunaannya. Harapan saya peserta
didik dapat mengetahui masalah sehari-hari terkait listrik dan kegunaanya.
Peran
dan tanggungjawab saya dalam merancang melakukan evaluasi adalah sebagai guru yang
bertanggungjawab melakukan pembelajaran secara efektif dengan menggunakan
model, metode dan media yang inovatif sehingga tujuan pembelajaran dapat
terpenuhi dan peserta didik memiliki hasil pembelajaran yang memuaskan sesuai
dengan yang diharapkan.
Yang
menjadi tantangan untuk mencapai tujuan pembelajaran diantaranya penggunaan
model dan metode pembelajaran yang inovatif dan tepat bagi peserta didik yang
sesuai dengan materi pembelajaran yang akan dipelajari, masih adanya peserta
didik yang kurang aktif dalam kelompoknya, masih ada peserta didik yang percaya
diri ketika mempresentasikan hasil proyeknya. Hambatan yang saya hadapi adalah
mengkondisikan peserta didik agar mudah mengikuti pembelajaran.
Yang
terlibat dalam terlaksananya rancangan evaluasi ini adalah Kepala sekolah SDS
Muhammadiyah dan rekan-rekan sejawat serta wali murid
dan anak-anak murid kelas 5B yang sangat mendukung proses pembelajran ini.
C. ALTERNATIF
SOLUSI
Untuk
mengatasi kasus di pembelajaran, saya melaksanakan pembelajaran IPAS dengan
memakai model Project Based Learning (PJBL) dengan menggunakan media inovatif
yang sesuai dengan karakteristik peserta didik. Langkah-langkah yang dilakukan
yaitu penggunaan model PJBL dimana pembelajaran berpusat kepada peserta didik
sehingga peserta didik menjadi lebih aktif dalam pembelajaran, dapat berpikir
kritis dan menjadi kreatif dibandingkan menggunakan model dan metode yang
monoton, dengan mengajak peserta didik mengamati rangkaian listrik seri dan
parallel kemudian mempraktekan cara
membuat rangkaian tersebut bersama kelompok. Respon peserta didik sangat
antusias dan semangat dalam pembelajaran selama menggunakan model PJBL karena
langsung mengimplementasikan dalam kehidupan sehari-hari.
Faktor
keberhasilan pembelajaran ini ditentukan oleh penguasaan guru terhadap model
dan metode pembelajaran, media pembelajaran dan langkah langkah pelaksanaan
dalam rancangan perangkat ajar yang telah dibuat. Pembelajaran yang bisa
diambil dari proses dan kegiatan yang sudah dilakukan oleh guru yakni dapat
menjadikan guru lebih kreatif dan inovatif dalam memilih dan menggunakan model
pembelajaran yang sesuai dengan tujuan pembelajaran dan materi pelajaran
sehingga tujuan pembelajaran dapat tercapai dengan baik dan mendapat hasil yang
sesuai KKTP.
Sumber
daya yang saya manfaatkan untuk membuat projek rangkaian listrik ini
membutuhkan biaya yang tidak terlalu banyak karena hanya menggunakan baterai,
saklar, kabel, lampu dan sterofoam. Dan media inovatif yang saya gunakan yaitu
membuat contoh rangkaian seri sendiri, mencari gambar dari google dan video
pembelajaran yang ada di youtube.
D. EVALUASI
Setelah saya melaksanakan Projek Based Learning yang
dibantu media inovatif, dapat saya lihat peserta didik sangat senang, aktif dan
antusias dalam belajar. Peserta didik antusias dengan penerapan pembelajaran
berbasis projek pada kehidupan sehari-hari yang saya sampaikan dengan berbagai
media. Semuanya tidak hanya menyimak tetapi ikut andil dalam membuat rangkaian
seri dan paralel dan aktif berdiskusi dan tanyan jawab dengan teman kelompok.
Selain aktif membuat projek peserta didik juga semangat mempresentasikan hasil
karyanya didepan teman sekelas dan ini menjadi pengalaman berharga buat semua
peserta didik karena mereka dapat membuat rangkaian listrik secara langsung
bersama teman kelompok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar